Pernah
denger istilah cantik dan ganteng itu relatif bukan? Katanya sih
kecantikan itu ada di mata yang melihat. Beauty is in the eyes of the
beholder. Ada benarnya sih. Tapi bagaimana Anda menjelaskan jika ada
satu juta orang yang lebih setuju mengatakan kalau Dian Sastro itu
cantik, sementara hanya beberapa saja yang setuju kalau diri Anda yang
cantik.
Mungkin Anda bisa berkelit: “yah Dian Sastro cantik kan karena sudah terkenal” Coba pikir lagi, bukankah sebaliknya? Karena cantik dia terkenal? Ditambah lagi, tutur katanya santun dan otaknya memang berisi.
Menurut saya, kalau mau melihat seorang wanita itu cantik atau tidak, lihat saat dia baru bangun tidur. Saat make up tak menyembunyikan kekurangannya, saat wajahnya masih ada bekas bantalnya, dan saat matahari pagi menyinari wajahnya dengan lembut. Itulah kecantikan khas seorang wanita. Kalau yang polos aja dia sudah cantik apalagi kalau dandan. wah aku makin cintamati deh my princess kelopak bunga, hehe. Tapi ada juga lho wanita yang setelah dandan malah bikin kita drop dan ilfeel...
Bagaimana dengan pria? ya sama saja, waktu bangun tidurlah nampak nyata kegantengannya,(seperti saya ini).
Saat langkahnya masih terhuyung karena baru bangun, masih mengucek
matanya dan bibirnya belum siap memperlihatkan wujud manisnya. Belum
menciptakan senyum saat bertemu kita. Nanti kalau udah mandi, wangi, dan
rambutnya di spike, pasti deh keluar sisi maskulinnya.
Terus dimana letak hukum relatifitasnya? Di sinilah (kita pikir) di mana cinta itu jadi faktor. Pasti anda sering atau minimal pernah melihat pasangan yang lelakinya ganteng banget tapi perempuannya jelek banget atau sebaliknya? terus kalau di runut pasti akan ada sebuah pertanyaan, Kenapa hal ini bisa terjadi? dari sinilah cinta jadi kata kunci.
Dulu, jika menemukan fenomena semacam ini, saya selalu berpikir si perempuan pasti memakai susuk atau minimal ke dukun untuk memikat si lelaki. Kok negatif bener pemikirannya? Lho iya, soalnya logikanya nggak masuk. kok bisa? Satu hal yang harus anda ketahui adalah bahwa lelaki itu pada dasarnya mahluk visual, tidak mungkin dia tertarik pada sesuatu atau seseorang yang tidak membuat indera penglihatannya bereaksi positif.
Mungkin Anda bisa berkelit: “yah Dian Sastro cantik kan karena sudah terkenal” Coba pikir lagi, bukankah sebaliknya? Karena cantik dia terkenal? Ditambah lagi, tutur katanya santun dan otaknya memang berisi.
Menurut saya, kalau mau melihat seorang wanita itu cantik atau tidak, lihat saat dia baru bangun tidur. Saat make up tak menyembunyikan kekurangannya, saat wajahnya masih ada bekas bantalnya, dan saat matahari pagi menyinari wajahnya dengan lembut. Itulah kecantikan khas seorang wanita. Kalau yang polos aja dia sudah cantik apalagi kalau dandan. wah aku makin cinta
Bagaimana dengan pria? ya sama saja, waktu bangun tidurlah nampak nyata kegantengannya,
Terus dimana letak hukum relatifitasnya? Di sinilah (kita pikir) di mana cinta itu jadi faktor. Pasti anda sering atau minimal pernah melihat pasangan yang lelakinya ganteng banget tapi perempuannya jelek banget atau sebaliknya? terus kalau di runut pasti akan ada sebuah pertanyaan, Kenapa hal ini bisa terjadi? dari sinilah cinta jadi kata kunci.
Dulu, jika menemukan fenomena semacam ini, saya selalu berpikir si perempuan pasti memakai susuk atau minimal ke dukun untuk memikat si lelaki. Kok negatif bener pemikirannya? Lho iya, soalnya logikanya nggak masuk. kok bisa? Satu hal yang harus anda ketahui adalah bahwa lelaki itu pada dasarnya mahluk visual, tidak mungkin dia tertarik pada sesuatu atau seseorang yang tidak membuat indera penglihatannya bereaksi positif.
Tapi hal yang harus pria ketahui juga adalah bahwa sosok wanita itu lebih tahan sakit di banding pria, dia lebih mudah menerima kekurangan di banding pria, apalah
artinya gangguan sedikit pada mata saat melihat lelaki yang tak tampan
berani berkorban untuk wanita. Anda para pria mungkin juga sering
mendengar seorang wanita mengatakan ini pada pasangannya: "yang penting
jujur, baik hati, sayang sama aku dan bertanggungjawab.. Ganteng itu
bonus :)
Pengalaman mengajarkan kepada saya bahwa wanita itu punya kemampuan melihat kepribadian sosok laki-laki hingga paling dalam. Tapi di dalam hati kecil saya, keraguan itu selalu ada. Masa sih ada wanita yang bisa tertarik dengan laki-laki dengan tampang yang pas-pas'an sebaik apa pun pria itu? Bohong. Nggak mungkin. Lalu saya mulai terobsesi pada hal ini dan banyak mencari tahu.
Saya pernah menonton satu dokumenter soal wajah ganteng dan cantik dan hubungannya dengan perasaan ketertarikan. Ternyata manusia itu lebih mudah tertarik dengan sesuatu yang simetri. Wajah yang serba simetris jelas menduduki posisi sempurna, sementara yang kurang simetris (baca: jauh dari sempurna) ada di urutan bawah. Eksperimen pun menunjukkan bahwa bayi lebih mudah ditenangkan orang yang berwajah simetris dibanding yang tidak. Itu bayi lho, yang belum punya referensi apa pun soal wajah dan daya tarik.
Namun, dari sekian banyak teori soal hal ketertarikan fisik ini, ada satu teori yang menurut saya agak menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. John Money, professor emeritus psikologi medis dan pediatri di Universitas John Hopkins, melalui penelitiannya menemukan ‘peta cinta’ di otak manusia yang berisi sekelompok pesan yang punya kode tersendiri, yang menggambarkan apa yang kita sukai atau tidak sukai. Di peta ini tergambar selera kita tentang pilihan rambut, warna mata, suara, aroma dan bentuk tubuh yang kita inginkan ada pada pasangan kita.
Pengalaman mengajarkan kepada saya bahwa wanita itu punya kemampuan melihat kepribadian sosok laki-laki hingga paling dalam. Tapi di dalam hati kecil saya, keraguan itu selalu ada. Masa sih ada wanita yang bisa tertarik dengan laki-laki dengan tampang yang pas-pas'an sebaik apa pun pria itu? Bohong. Nggak mungkin. Lalu saya mulai terobsesi pada hal ini dan banyak mencari tahu.
Saya pernah menonton satu dokumenter soal wajah ganteng dan cantik dan hubungannya dengan perasaan ketertarikan. Ternyata manusia itu lebih mudah tertarik dengan sesuatu yang simetri. Wajah yang serba simetris jelas menduduki posisi sempurna, sementara yang kurang simetris (baca: jauh dari sempurna) ada di urutan bawah. Eksperimen pun menunjukkan bahwa bayi lebih mudah ditenangkan orang yang berwajah simetris dibanding yang tidak. Itu bayi lho, yang belum punya referensi apa pun soal wajah dan daya tarik.
Namun, dari sekian banyak teori soal hal ketertarikan fisik ini, ada satu teori yang menurut saya agak menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. John Money, professor emeritus psikologi medis dan pediatri di Universitas John Hopkins, melalui penelitiannya menemukan ‘peta cinta’ di otak manusia yang berisi sekelompok pesan yang punya kode tersendiri, yang menggambarkan apa yang kita sukai atau tidak sukai. Di peta ini tergambar selera kita tentang pilihan rambut, warna mata, suara, aroma dan bentuk tubuh yang kita inginkan ada pada pasangan kita.
Itulah sebabnya definisi cantik dan ganteng itu menjadi luas, cantik dan ganteng itu tidak melulu terorientasi pada fisik tapi bisa juga dari sisi karakter, tingkah laku, bisa juga dari sisi dari dalam yang tak tampak dari luar (baca: inner beauty). Seseorang yang kita katakan cantik atau ganteng itu belum tentu cantik atau ganteng menurut orang lain. Artinya setiap orang punya cara pandang sendiri untuk menentukan bahwa pria/wanita itu ganteng/Cantik.
Baiklah sebelum ditimpukin para feminis
Tak perlu di jawab disini, anda cukup merenungkan sendiri bahwa anda di ciptakan dengan kelebihan masing-masing dan anda harus percaya bahwa orang tidak melulu melihat anda dari segi fisik. (And)




0 comments :
Post a Comment